Semua artikel yang di tampilkan di Blog paramaya ini didapat dari berbagai Sumber Publik dari Blog atau Website yang berbeda dari masing-masing pemilik, kami hanya mendistribusikan untuk ikut menambah Ilmu atau Wawasan kepada khalayak ramai, Jika ada yang keberatan dengan artikel yang telah ditampilkan, segera beritahu via Email yang telah disiapkan, artikel yang berkaitan dengan hal tersebut akan secepatnya kami hapus dari Blog ini

Minggu, 06 Februari 2011

Kenapa Orangtua Jarang Tertawa Lihat Tontonan Komedi?





lintasberita

img

Pernahkah Anda melihat orangtua yang begitu serius menonton dan tidak pernah tertawa padahal yang ditontonnya adalah sitkom (tontonan komedi). Ternyata bukan karena tontonannya yang tidak lucu tapi kemampuan orangtua mengenali ekspresi tubuh makin berkurang.
Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Otago di Selandia Baru. Dalam penelitian tersebut, peneliti mempelajari 121 orang yang dibagi 2 kelompok usia 18-35 tahun dan di atas 60 tahun, yang sedang menonton sitkom The Office.
Saat menonton sitkom (tontonan komedi) tersebut, peneliti mempelajari kemampuan ekspresi partisipan melalui ekspresi wajah, nada suara dan bahasa tubuh.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang lebih tua kesulitan untuk mengidentifikasikan berbagai emosi dari karakter orang lain dibandingkan dengan partisipan yang lebih muda.
“Jika Anda memperhatikan ekpresi wajah, suara atau bahasa tubuh, maka dapat terlihat bahwa semakin tua cara orang mengekspresikan wajah semakin buruk,” jelas Prof Ted Ruffman, profesor psikologi di University of Otago, dilansir Telegraph, Jumat (4/2/2011).
Menurut Prof Ruffman, hal ini karena orang tua merasa lebih sulit untuk membaca geometri perubahan wajah seseorang, yang memberikan otak petunjuk tentang emosi.
Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang pada usia pertengahan dan 60-tahun ke atas.
Penelitian sebelumnya yang juga dilakukan oleh kelompok peneliti University of Otago telah menunjukkan bahwa orang di atas 60 tahun memiliki kemampuan yang buruk untuk mengenali ekspresi wajah kemarahan, kesedihan dan ketakutan.
Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam American journal Psychology and Aging.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Paramaya Themes | Bloggerized by himynameistrie - Premium Blogger Themes | Blogger Templates